Tahun baru CV baru: Percantik dan update CV Yuk

Author
Januari 7, 2026
334 views
featured_image
Manajemen Kesehatan
Author : Dr. Putri Yoen Aulina. MARS
4 bulan yang lalu

Selagi banyak waktu kosong di awal tahun, karena belum ada proyek yang membutuhkan kompetensiku sebagai Konsultan Manajemen Rumah Sakit, maka waktu- waktu yang kosong itu nggak akan aku biarkan terbuang begitu aja, atau malah kugunakan untuk refreshing yang kelamaan. Aku menyibukkan diri dengan mempercantik CV.


Kenapa harus mempercantik CV?


CV bukan sekedar Daftar Riwayat Hidup yang berisi data diri lengkap, daftar Riwayat Pendidikan dan daftar pengalaman kerja semata. Kalau kita kembalikan kepada definisi menurut kamus Merriam-Webster, CV adalah ringkasan singkat tentang karier dan kualifikasi seseorang. Sedangkan pengertian menurut Oxford University Careers Service, CV merupakan ringkasan yang ringkas (concise summary) tentang skills, achievements, dan interests---baik dari aktivitas akademik maupun di luar akademik. Merujuk pada pengertian itu, CV setidaknya bisa memberikan gambaran tentang siapa kita secara professional, memberikan informasi tentang keahlian yang kita miliki, pengalaman yang relevan, dan capaian yang bisa dibuktikan sehingga recruiter jadi punya persepsi tentang kita dari track record yang kita narasikan

Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa umumnya CV disiapkan oleh pelamar untuk sebuah posisi atau pekerjaan tertentu. Posisi tertentu yang dibidik itu pasti juga diincar oleh beberapa orang yang memiliki kualifikasi sesuai dengan yang diminta. Di awal, kita bersaing lewat CV yang dikirimkan. Kebayang khan, gimana hasilnya kalau CV kita biasa-biasa aja dan nggak memberikan informasi dan gambaran tentang siapa kita secara ringkas terkait posisi dan pekerjaan yang lagi jadi target bidik itu. Untuk itu recruiter perlu kita pikat dengan CV yang cantik. Ini jadi nyambung dengan istilah Beauty Contest yang sering digunakan dalam proses seleksi konsultan.

CV itu bukan tentang seberapa banyak pengalaman yang mau kita tunjukkin, tapi tentang pengalaman yang relevan.

Terus terang awalnya akupun pernah ada di fase dimana CV ku isinya hanya daftar pekerjaan yang pernah aku kerjakan, baik sebagai konsultan individu maupun sebagai tenaga ahli dari sebuah Perusahaan konsultan. Daftarnya mulai dari pertama kali aku kerja, sebagai dokter fungsional di rumah sakit, kemudian pengalaman manajemen di berbagai rumah sakit, sebagai dosen, dan terakhir sebagai konsultan manajemen kesehatan dan konsultan rumah sakit. Terbayang nggak seberapa tebal atau seberapa banyak halaman CVku itu kalau aku mulai kerja di tahun 1990. Dan CV itu lah yang aku kirim ketika ada yang minta "Bu, tolong kirim CV dong".

CV yang isinya daftar riwayat pekerjaan itu terasa ngebosenin Ketika aku baca lagi aku pun berkomentar dalam hati "kok datar banget ya? Rasanya nggak aku banget." Udah pasti CV yang seperti itu akan ngabisin waktu recruiter untuk mencari pengalaman pekerjaan yang relate dengan kebutuhannya. Alhasil, bisa aja dia jadi malas bacanya atau mungkin malah langsung nyingkirin CV jadul itu. Aku sendiri pun agak gimana gitu baca CVku yang nggak memberikan informasi lebih dari selain deretan daftar proyek yang pernah aku ikut terlibat di dalamnya. Tau nggak, ternyata untuk bikin atau updating CV yang sesuai format yang diminta itu nggak sebentar lho ngerjainnya, kita perlu meluangkan waktu yang lumayan lama untuk melengkapinya, apalagi kalau kita nggak punya rekaman data pekerjaan kita karena jarang diupdate sehingga beberapa pekerjaan jadi luput. Aku pernah butuh waktu 3 hari untuk melengkapi setiap proyek di bagian riwayat pekerjaan dengan penjelasan tentang konteks pekerjaan/proyek, apa peranku di proyek itu, kendala yang dihadapi dan strategi penyelesaiannya serta bagaimana hasilnya. Pakai pendekatan STAR (Situation, Task, Action, Result).

Namun, perlahan CVku mulai berkembang seiring dengan tuntutan dan permintaan. Setiap proyek punya format standar yang harus diikuti, dan kita nggak bisa lain kecuali ngikutin format yang diminta itu, sehingga akhirnya aku jadi punya stok master CV yang beragam. CV itu terus aku update setiap proyek selesai.

Ada format standar untuk CV yang baik?

Seperti yang aku jelasin sebelumnya bahwa untuk setiap proyek atau pekerjaan, format CV yang diminta bisa berbeda antara perusahaan yang satu dengan lainnya, jadi standarnya bisa ditetapkan oleh pemberi kerja, kampus, institusi atau mesin ATS (Applicant Tracking System), kita tinggal menyesuaikan dengan permintaan aja.
Tapi kalau nggak ada permintaan khusus atau format tertentu, kita bisa menggunakan format yang umum aja, seperti:

  1. DATA IDENTITAS
    Di dalam CV kamu bisa mencantumkan data diri meliputi nama lengkap, boleh menggunakan gelar atau cukup nama tanpa gelar; Alamat, No HP dan email.
     
  2. PENDIDIKAN
    Pada bagian ini kamu cukup mencantumkan Pendidikan Tertinggi dan Pendidikan satu atau 2 level dibawahnya (kalau kamu ada di strata tertinggi Pendidikan: S3) , lengkap dengan Nama Universitas dan Jurusan/Program dan gelar serta tahun. Untuk informasi tahun bisa juga mencantumkan tahun mulai dan tahun selesai.
     
  3. SERTIFIKASI DAN TRAINING
    Bagian ini bisa kamu isi dengan informasi tentang sertifikasi dan training yang pernah kamu ikuti, institusi yang menyelenggarakan dan tahun pelaksanaannya
     
  4. INFORMASI TAMBAHAN
    Bagian ini bisa kamu isi dengan informasi tingkat Keterampilan Bahasa, baik bahasa Indonesia, bahasa Inggris, atau bahasa asing lainnya dan keanggotaan profesi
     
  5. PENGALAMAN PEKERJAAN
    Pengalaman pekerjaan yang perlu kamu cantumkan di bagian ini harus kamu pilih dari sekian pengalaman yang kamu miliki, mana yang paling relevan dengan peran yang dibutuhkan.
    Saya pernah dapat TOR yang dilengkapi informasi berikut:
    "Sertakan maksimum 10 (Sepuluh) Pengalaman Proyek yang menurut anda paling dianggap relevan. Jika anda menyampaikan lebih dari yang ditentukan, maka penilaian hanya dilakukan terhadap maksimum 10 (Sepuluh) Pengalaman Proyek pertama atau dengan kata lain jika TA tersebut mencantumkan lebih dari 10 Pengalaman Proyek, maka Pengalaman Proyek ke-11, 12...dst akan diabaikan".

Khusus tentang Riwayat pekerjaan, ini adalah dagingnya CV dan bagian ini juga yang paling sering dan duluan dilihat pembaca dibanding informasi lainnya. Format penyajian paling standar adalah mencantumkan pengalaman terbaru di urutan paling atas kemudian tahun dibawahnya di urutan berikutnya sampai tahun yang paling jadul di urutan paling bawah. Pencantuman yang seperti ini namanya reverse-chronological.  

Kenapa harus begitu penyajiannya? Ya ini untuk memudahkan recruiter mendapatkan informasi terkini tentang pekerjaan kita. Bukankah tujuan kita mengirimkan CV adalah untuk ngasih tau ke recruiter bahwa kita memiliki pengalaman yang cocok dengan yang dibutuhkan, punya kompetensi yang berbasis bukti karena sudah mengerjakan proyek ini dan itu, serta yang pasti supaya kita bisa lolos atau masuk shortlist.

Kapan waktu yang tepat untuk update CV?

Sepengetahuanku, nggak ada batasan khusus sih kapan CV perlu diupdate, tapi aku melakukannya setiap kali pekerjaan selesai, biar masih hangat, masih tau dengan jelas apa yang aku kerjakan, apa kendala yang dihadapi serta apa achievementnya. Memperbaharui CV juga aku lakukan setiap ikut lelang yang menyaratkan CV dalam format tertentu yang beda dengan CVku yang sudah ada.
Versi-versi yang beda itu aku simpan jadi master CV, jadi ketika melakukan updating, aku memperbaharui file Master-Master CV itu supaya ketika suatu saat ada permintaan CV dengan format yang rada mirip,  memperbaharui CV itu bukan lagi menjadi kerjaan yang ribet yang bikin panik karena biasanya permintaan CV itu suka mendadak gitu. 

Aku sendiri setiap tahun pasti punya CV versi terbaru, jadi updatenya minimal setahun sekali.

Kamu gimana?

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Tahun baru CV baru: Percantik dan update CV Yuk", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/yoenaulina/695c6f7fed641550c13a8e95/tahun-baru-cv-baru-percantik-dan-update-cv-yuk

 

Kreator: Yoen Aulina Casym

Catatan
Kalau kita adakan trainingnya, minatkah?

 

Tags:
Share to:
Artikel Terkait